Bunga Valentine

 Bunga Valentine Sebagai Ungkapan Cinta

 
bunga valentine

Bunga Valentine sebagai pesan indah untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang. Hadiah tradisional ini masih sangat lekat dengan perayaan hari Valentine di seluruh dunia. Bunga sebagai sesuatu lambang kemurnian dan keindahan tentu akan membawa pesan yang kuat dan dalam kepada orang-orang yang merayakannya.

Kado indah buat keluarga, orang tua atau kekasih selalu dilengkapi dengan keindahan bunga-bunga yang memperindah suasana kebahagiaan di hari ini. Valentine adalah waktu berkumpul keluarga dan saling bercengkrama menikmati indahnya kebahagiaan bersama. Bahkan beberapa kalangan merayakannya dengan cara berkumpulnya keluarga besar mereka untuk kemudian berpesta dan bergembira.

mawar valentinebuket bunga valentine
Selamat menikmati hari indah Valentine 2012 bersama keluarga dan orang-orang yang anda kasihi dan cintai
Posted in Bunga, Bunga Nusantara | Tagged | Leave a comment

Bunga Seruni – Krisan yang menawan

Bunga seruni, krisan, atau krisantemum adalah sejenis tumbuhan berbunga yang sering ditanam sebagai tanaman hias pekarangan atau bunga petik. Tumbuhan berbunga ini mulai muncul pada zaman Kapur.

Bunga seruni adalah bagian dari tumbuhan suku kenikir-kenikiran atau Asteraceae yang mencakup bermacam-macam jenis Chrysanthemum.

Bunga nasional Jepang ini dalam bahasa Jepang disebut sebagai キク (kiku). Karena aromanya yang wangi , bunga ini sering di tambahkan ke dalam teh agar lebih wangi dan nikmat.

Filosofi Bunga Krisan

Bahasa latin bunga krisan adalah crhysantemum. Bunga krisan masih tergolong ke dalam famili yang sama dengan bunga aster dan daisy, yaitu famili Asteraceae. Bunga krisan dapat berarti persahabatan, keceriaan, dan kebahagiaan. Disebut pula bahwa arti tradisional dari krisan adalah kecantikan dan kemurnian. Namun, krisan dapat diartikan bermacam-macam di negara yang berbeda. Di Jepang, bunga krisan yang dilambangkan seperti matahari juga digunakan sebagai lambang takhta kaisar. Lambang krisan ini juga digunakan sebagai lambang paspor Jepang. Kelopak krisan juga digunakan sebagai lambang lencana yang digunakan oleh anggota parlemen di Jepang. Beberapa kota di Jepang pun seringkali mengadakan festival tahunan bunga krisan. Di Cina, bunga krisan dianggap bagaikan bangsawan bunga. Di Amerika dan Indonesia, bunga krisan juga identik dengan kebahagiaan. Misalnya saja di Indonesia, bunga krisan seringkali dijadikan sebagai bunga yang biasa menghiasi pernikahan. Namun, di Perancis, bunga ini justru dipakai untuk menghiasi kuburan.

 
  
  Bunga krisan merupakan bunga yang aslinya berasal dari negara-negara Asia Timur, seperti Jepang, Cina, dan Korea. Bunga ini terdiri dari berbagai macam warna, di antaranya merah, putih, kuning, merah muda, biru, dan lain-lain. Musim Bunga krisan bersamaan dengan musim gugur atau musim dingin.

Khasiat Bunga Krisan

Selain sebagai tanaman hias, bunga krisan juga dibudidayakan sebagai ramuan kesehatan, seperti di Cina. Di Jepang, kelopak bunga krisan juga dipercaya dapat memberikan kesehatan apabila diminum bersama segelas anggur. Minuman teh krisan juga telah banyak dijumpai. Krisan yang dijadikan minuman adalah krisan berwarna kuning dan putih. Selain bermanfaat sebagai relaksasi, teh krisan juga dipercaya berkhasiat menyembuhkan influenza, demam, panas dalam, bahkan membersihkan liver.

Budidaya Bunga Krisan

Di Jepang, bunga ini banyak dibudidayakan di rumah-rumah. Pada musim dingin, warna-warni bunga krisan akan menghiasi halaman rumah pemilik yang membudidayakannya. Meskipun berasal dari negara-negara Asia Timur, bunga krisan juga dikembangkan di negara lain, seperti Perancis. Pada saat musim gugur tiba, banyak bunga krisan dijajakan di toko bunga di Perancis. Di Indonesia, untuk mengembangkan bunga krisan dan mempertahankannya agar tetap tumbuh, dibutuhkan suhu 17-30 derajat celcius. Karena itu, biasanya bunga krisan dibudidayakan di daerah-daerah berhawa sejuk di Indonesia. Bunga krisan potong dapat bertahan selama dua minggu di dalam vas. Keuntungan bagi pembudidaya bunga krisan, harga bunga ini stabil dan masa tanamnya singkat. Tanaman bunga krisan akan tumbuh dalam waktu 10-14 minggu setelah masa tanam. Warnanya yang beragam juga memberikan nilai seni tersendiri sehingga krisan banyak diminati pecinta tanaman.
 

Potensi Budidaya Krisan sebagai Komoditas Ekspor

bunga potong krisan 233x300 Potensi Budidaya Krisan sebagai Komoditas EksporKrisan, adalah salah satu jenis bunga potong yang cukup familiar bagi manusia. Tidak hanya di Indonesia tapi juga sudah dikenal di dunia. Hal itu karena prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah, didukung dengan pasar yang sangat potensial, karena tanaman hias krisan merupakan salah satu tanaman bunga potong yang penting di dunia. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman, Inggris, Swiss, Italia, Austria, America Serikat, Swedia dsb.

Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan antara lain warna bunganya cukup beragam seperti merah tua, kuning, hijau, putih, campuran merah putih dan lainnya, Bunga krisan juga tahan lama dalam pot selama 10 hari. Selain itu, bunga krisan juga memiliki jenis yang cukup banyak, sedikitnya ada 55 varietas.

Dari beberapa jenis varietas, krisan berwarna kuning dan hijau adalah yang paling banyak dicari. Persentasenya bisa mencapai 90%, sementara sisanya memilih warna-warna lain.

Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negeri tetap terbuka. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. Regional Agribusiness Competitiness Specialist Amarta (lembaga di bawah naungan USAID yang peduli dengan kondisi pertanian), Erik Meliala, mengungkapkan, seiring permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat, maka peluang agribisnis tanaman ini sangat menarik dikembangkan sebagai lahan investasi.

Di Indonesia, Tanah Karo merupakan daerah yang memproduksi bunga krisan tetapi produksinya belum bisa memenuhi permintaan pasar, bahkan untuk pasar Medan sekalipun. Karena tingginya permintaan bunga di Kota Medan seringkali harus mendatangkannya dari wilayah Jawa Barat.

“Ini kan suatu hal yang sangat disayangkan. Padahal kita punya lahan dan potensi yang cukup besar namun untuk pasar di Kota Medan saja, kita tak bisa memenuhinya,”ungkap Erik.

Menurut Erik, peluang pasar bunga krisan Tanah Karo sudah bisa mencapai Singapura yang secara geografis lebih dekat dengan Sumatera Utara dibandingkan dengan wilayah Jawa Barat.

“Sebagai bahan informasi bunga krisan dari Singapura itu didatangkan dari Jawa Barat lho. Nah, peluang ini justru tidak dapat dimanfaatkan oleh petani krisan di Tanah Karo,”ungkapnya.

Bunga asli China yang dikembangkan oleh Jerman dan Belanda ini, menurut Erik, sudah sejak lama dibudidayakan di Indonesia termasuk di Tanah Karo. Namun kenyataannya perkembangannya tidak menggembirakan. Kemajuan budidaya yang dilakukan para petani bunga di krisan di Tanah karo tidak semaju budidaya yang dikembangkan oleh petani di Jawa Barat. Ini terbukti dari kurang bisanya petani bunga krisan di Tanah Karo memenuhi permintaan pasar.

Budidaya Krissan

Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya tetap terbuka. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan.

Menurut Erik, dalam pengembangan budidaya krisan, AMARTA melakukan transfer teknologi dan praktik langsung budidaya green house dengan material lokal seperti bambu. Praktik ini bukan hal yang baru dalam pengembangan dan budidaya krisan.

Sistem yang dipakai selama ini, cukup dengan menggunakan tutup plastik tembus cahaya matahari, sehingga produktivitas bunga krisan pada saat panen tidak serentak. Padahal, kata Erik, untuk memenuhi permintaan pasar produk bunga krisan harus serentak panen (siap petik-red). Makanya sistem ini perlu dimodifikasi dengan cahaya lampu.

Salah satu kekurangan iklim Indonesia adalah penyinaran cahaya matahari yang tidak begitu panjang. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang maksimal (serentak panen-red), maka tanaman bunga tersebut harus diperpanjang pencahayaannya dengan menambahkan pencahayaan selama tiga jam.

“Kelemahan pertanian di Indonesia adalah sangat tergantung pada iklim dan intensitas matahari sehingga hal ini sangat memengaruhi musim panen dan juga rentan penyakit. Oleh karena itu, perlu dilakukan modifikasi-modifikasi yang memungkinkan, salah satunya adalah pemberian cahaya lampu di green house tersebut,”ungkap terang Erik.

Perkiraan analisis budidaya tanaman krisan seluas 0,5 ha dengan jarak tanam 10 x 10 cm.
•    Biaya produksi
1.    Sewa lahan 1 tahun Rp. 1.500.000,-
2.    Bibit : 500.000 batang @ Rp. 50,- Rp. 25.000.000,-
3.    Pupuk dan kapur
- Pupuk kandang: 15.000 kg @ Rp. 150,- Rp. 2.250.000,-
- Urea: 4.150 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 6.225.000,-
- ZA: 4.600 kg @ Rp. 1.250,- Rp. 5.750.000,-
- SP-36: 525 kg @ Rp. 2.000,- Rp. 1.050.000,-
- KCl: 125 kg @ Rp. 1.650,- Rp. 206.250,-
- KNO3: 2.375 kg @ Rp. 4.000,- Rp. 9.500.000,-
- Kapur pertanian: 2000 kg @ Rp.200,- Rp. 400.000,-
4.    Pestisida Rp. 1.500.000,-
5.    Biaya tenaga kerja
- Penyiapan lahan 50 HKP @ Rp. 10.000,- Rp. 500.000,-
- Pemupukan 10 HKP + 20 HKW Rp. 250.000,-
- Penanaman 5 HKP + 50 HKW Rp. 425.000,-
- Pemeliharaan 5 HKP + 100 HKW Rp. 800.000,-
6. Biaya lain-lain (pajak, iuran, alat) Rp. 500.000,-
7.    Jumlah biaya produksi Rp. 55.856.250,-
•    Pendapatan 400.000 tanaman @ Rp. 225,- Rp. 90.000.000,-
•    Keuntungan Rp. 34.143.750,-
•    Parameter kelayakan usaha : 1. Rasio Output/Input =1,611

Posted in Bunga, Bunga Nusantara | Tagged , , , | Leave a comment

Padma raksasa

Padma raksasa

Rafflesia 80 cm.jpg

Sejarah: Bunga Rafflesia Arnoldi, Asli IndonesiaSejarah : Bunga rafflesia arnoldi.penemuan bunga raksasa raflesia pada tahun 1930 oleh seorang ahli biologi dari belanda telah membawa nama harum bagi daerah yang mempunyai habitat raflesia.

Akhirnya, penemuan tersebut dipatenkan atas nama penemuannya, arnoldi dan kemudian hari bunga raksasa itu lebih dikenal dengan nama raflesia arnoldi.Oleh karena penemuan itu pulalah sebuah jorong yang bernama batang palupuh di nagari koto rantang kecamatan palupuh masuk dalam buku pemandu internasional antara lain, di thailand, malaysia atau eropa, australia dan amerika, nama bunga raksasa tersebut dapat diketahui dan ditemui di palupuh dan satu lagi di kawasan bengkulu.

Menurut perjalanan sang pakar biologi tersebut menemukan bunga itu di palupuh dan bengkulu. Sejak itu pulalah sekitar 3,4 ha hutan di batang palupuh agam itu dijadikan hutan cagar alam sesuai keputusan pemerintah belanda no.3 stbl. No.402 tanggal 14/11/1930. Bunga ini hanya akan muncul pada bulan november saja.Rafflesia yang banyak dikenal masyarakat adalah jenis Raflesia Arnoldi. Jika ingin melihat bunga Raflesia Arnoldi yang telah menjadi ikon Kabupaten Kepahyang ini tidaklah dapat ditemukan di sembarangan tempat. Karena tanaman ini sangat sulit tumbuh. Tanaman ini hanya dapat tumbuh jika ada tanaman inangnya yaitu Family Liana Sp. Raflesia Arnoldi banyak tumbuh pada kawasan hutan primer yang belum mengalami pengolahan lahan. Bunga Raflesia Arnoldi tidak memiliki daun dan batang sehingga sulit juga untuk di kelaskan ke tanaman tingkat tinggi, namun Bunga Raflesia Arnoldi dapat dikatakan tanaman tinggi karena tanaman ini hanya memiliki bunga tapi dapat menghasilkan biji. Sebagai keturunan Bengkulu asli, saya sudah mengenal bunga Raflesia Arnoldi dengan baik dan juga menyaksikan disaat bunga ini mekar. Pada t penutup tahun 2007 bunga langka Raflesia Arnoldi mulai memasuki musim mekar.Padma raksasa (rafflesia arnoldii) merupakan tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di pulau sumatera, terutama bagian selatan (bengkulu, jambi, dan sumatera selatan). Taman nasional kerinci seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di pulau jawa tumbuh hanya satu jenis patma parasit, rafflesia patma.Bunga merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang tetrastigma. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai “tanaman” adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.Perbedaan R. Arnoldi dengan Bunga Bangkai : Secara umum Ciri khas yang membedakan Raflesia Arnoldi dengan bunga bangkai yaitu bentuk kelopaknya yang lebar tapi tidak meninggi dan berwarna merah. Pada saat Raflesia Arnoldi mekar, diameter bunga ini bisa mencapai ± 1 meter dan tinggi ± 50 cm. Raflesia Arnoldi tidak memiliki akar, tangkai, maupun daun. Bunganya memiliki 5 kelopak . Pada dasar bunga yang berbentuk gentong terdapat benang sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga. Keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat presentase pembuahan kecil karena membutuhkan bantuan dari luar ( serangga, angin, air, dan manusia ), hal ini disebabkan belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan. Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya ± 1 minggu. Setelah itu Raflesia Arnoldi akan layu dan akhirnya mati.Paling tidak ditemukan lima kuntum bunga tengah mekar di kawasan hutan lindung Register 5 Bukit Daun, Taba Penanjung, Bengkulu Utara, sekitar 52 km sebelah timur Kota Bengkulu. Lokasi mekar bunga ini ternyata berada persis di pinggir jalan nasional Bengkulu – Kepahiang – Curup – Lubuk Linggau. Sehingga banyak wisatawan lokal maupun wisatawan luar kota yang berbondong – bondong mendokumentasikan mekarnya bunga langka ini. Bunga raksasa, Raflesia Arnoldi pertama kali ditemukan oleh Ilmuan berasal dari Inggris Thomas Stanford Raffles dan ahli botani Arnol pada tahun 1818 di kawasan hutan di Manna, wilayah Bengkulu Selata, sehingga bunga ini pun di beri nama Raflesia Arnoldi

Status konservasi

Status konservasi: Terancam

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Rafflesiales
Famili: Rafflesiaceae
Genus: Rafflesia
Spesies: R. arnoldii

Nama binomialRafflesia arnoldii
R.Br.

Padma raksasa (Rafflesia arnoldii) merupakan tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di Pulau Jawa tumbuh hanya satu jenis patma parasit, Rafflesia patma.

Bunga merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrastigma. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai “tanaman” adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.

Posted in Bunga, Bunga Nusantara | Tagged | Leave a comment

Bunga Melati

Melati putih

?Melati putih
Melati putih dengan bunganya 

Melati putih dengan bunganya
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Lamiales
Famili: Oleaceae
Genus: Jasminum
Spesies: J. sambac
Nama binomial
Jasminum sambac
(L.) Aiton

Melati putih atau Jasminum sambac (sinonim Nyctanthes sambac) adalah spesies melati yang berasal dari Asia selatan (di India, Filipina, Myanmar dan Sri Lanka. Penyebaranya dimulai dari Hindustan ke Indocina, Malaysia, Filipina dan sampai ke Indonesia. Bunga ini menjadi satu dari tiga bunga nasional Indonesia (sebagai “Puspa Bangsa”).

Melati putih tumbuh di pekarangan dan dapat digunakan sebagai tanaman pagar. Ketinggiannya dapat mencapai 2 meter.

Morfologi

Batang

Menurut jenis batangnya, tumbuhan ini dapat digolongkan sebagai semak, batangnya berkayu dengan tinggi kurang dari 5 meter. Batangnya sedikit berbulu halus dan jarang.

Daun

Melati putih merupakan tumbuhan dengan daun majemuk menyirip (pinnatus), artinya daun majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan dan kiri ibu tangkai daun tersusun seperti sirip pada ikan. Kedudukan daun batang (filotaksis) berjenis apposite dengan setiap buku terdapat dua lembar daun yang berhadapan. Daunnya hanya memiliki tangkai dan helaian saja, berbentuk ovate, pangkal daun berbentuk setengah lingkaran sedangkan pada ujung daun sedikit meruncing, seperti daun-daun yang biasa digambarkan. Pinggir daun tidak rata dan sedikit bergelombang. Permukaan daun agak berkerut seperti daun jambu biji dengan pertulangan daun menyirip mengikuti bangun daun yang oval. Jadi terkesan pertulangan daunnya agak melengkung.

Bunga

Bunga melati selalu berwarna putih. Meskipun mempunyai ukuran yang bias dikatakan kecil tapi mengeluarkan aroma terapi yang dapat dimanfaatkan dalam kesehatan, terutama dalam refleksi dan menghilangkan stress. Jasminum sambae merupak bunga majemuk, memilki ibu tangkai bunga yang keluar dari ketiak daun. Susunan bunganya menyirip dan berhadapan. Bagian-bagian bunganya terdiri dari tangkai anak bunga yang di ujungnya terdapat daun pelindung berbentuk benang berjumlah 7 helai, disambung dengan tangkai bunga. Saat mekar bunga yang memilki 7 mahkota berlapis-lapis ini akan berbentuk datar sehingga pada bunga jenis ini tidak ditemukan kelopak bunga. Bunga Jasminum sambae punya andrecium (alat kelamin jantan) ditandai dengan adanya stamen yang terdiri dari kepala sari, tangkai sari, kotak sari, dan serbuk sari dan juga mempunyai alat kelamin betina yang terdiri dari kepala putik, tangkai putik dan bakal buah. Namun alat kelamin ini tidak produktif sehingga tidak menghasilkan buah. Posisi stamen berada dalam rongga tangkai bunga, tidak terlalu terlihat dan untuk mengamatinya harus membelah bunganya terlebih dahulu. Posisi kepala putik lebih pendek dibandingkan kepala sarinya. Bunga ini dapat mekar selama 2 hari kemudian mahkotanya berubah warna menjadi ungu kebiru-biruan

Posted in Bunga, Bunga Nusantara | Tagged | Leave a comment

Bunga Cempaka

Bunga Cempaka

Michelia

Michelia alba.jpg

Michelia adalah genus tanaman berbunga dari suku Magnoliaceae. Genus ini memiliki sekitar 50 spesies pohon selalu hijau, semak-semak, yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan dan Asia Tenggara serta Tiongkok selatan. Tanaman ini juga disebut Bunga Cempaka.

 

Bunga Michelia champaca.

Suku Magnoliaceae masih termasuk tumbuhan purba, merupakan fosil yang hidup dan asal-usulnya dapat ditelusuri hingga 95 juta tahun yang lalu. Ciri khas tanaman ini adalah daun bunganya yang tidak terdiri dari petal dan sepal, melainkan terdiri dari tepal.

Daun dan bunga Michelia masih menyerupai daun dan bunga Magnolia. Walau bunga Michelia lebih tersebar di sepanjang batang tumbuhan, sedangkan bunga Magnolia hanya tumbuh di ujung batang.

Beberapa spesies merupakan penghasil kayu yang penting. Sedangkan beberapa spesies seperti Michelia champaca (di Nanggroe Aceh Darussalam dikenal sebagai bunga jeumpa) dan Michelia doltsopa ditanam karena bunganya. M. champaca juga dikembang-biakkan untuk diambil minyak dari bunganya sebagai bahan parfum. Beberapa spesies juga ditanam sebagai tanaman pembatas jalan seperti M. figoM. doltsopa dan M. champaca.

Posted in Bunga, Bunga Nusantara | Tagged | Leave a comment

Anggrek bulan

Anggrek bulan

 

Anggrek Bulan
(Phalaenopsis amabilis)

Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah salah satu bunga nasional Indonesia. Pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani Belanda, Dr. C.L. Blume.

Tanaman anggrek ini tersebar luas mulai dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua, hingga ke Australia. Cara hidupnya secara epifit dengan menempel pada batang atau cabang pohon di hutan-hutan dan tumbuh subur hingga 600 meter di atas permukaan laut.

Karakteristik tanaman

Anggrek bulan termasuk dalam tanaman anggrek monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang serta terasa berdaging. Bunganya memiliki sedikit keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga diameter 10 cm lebih

Posted in Anggrek, Bunga Nusantara | Tagged | Leave a comment

Bunga Rhododendron

Bunga Rhododendron asli Indonesia emang ada?. Bagi pecinta bunga, Rhododendron, bunga Azalea, Saliyah, atau bunga Kadudampit bukanlah bunga asing. Namun bunga indah ini lebih dikenal sebagai bunga asal Jepang, China, dan Amerika.

Sedikit yang tahu bahwa Indonesia pun memiliki banyak spesies Rhododendron yang tumbuh alami bahkan endemik di beberapa daerah. Bunga cantik ini membutuhkan cuaca dingin (iklim sedang), lantaran itu di Indonesia, Rhododendron Azalea, Saliyah, atau Kadudampit ini tumbuh di puncak-puncak gunung layaknya bunga edelweis.

Rhododendron sendiri merupakan genus tanaman berbunga dengan 800-an jenis spesiesbaik alami maupun hibrida. Pohon Rhododendron berbentuk semak dengan tinggi rata-rata di bawah satu meter, meskipun terdapat spesies yang mampu tumbuh hingga 30 meter. Daunnya kecil berwarna hijau.

Bunga Rhododendron albumBunga Rhododendron album

Yang paling menawan dari Rhododendron adalah bunganya. Bunga Rhododendron mempunya aneka warna sesuai dengan spesiesnya. Struktur bunganya pun cantik dan tahan rontok hingga satu minggu meskipun telah dipotong.

Spesies Asli dan Endemik Indonesia. Beberapa spesies Rhododendron yang hidup alami dan endemik di Indonesia antara lain:

  • Rhododendron album; Tumbuh baik pada daerah berketinggian 1.200 – 1.700 mdp. Merupakan bunga endemik Jawa Barat dan Jawa Tengah. Terdaftar sebagai spesies Vulnerable IUCN Red List.
  • Rhododendron javanicum; (endemik Jawa dan Bali)
  • Rhododendron loerzingii; Tumbuh baik pada ketinggian 1.800-2.000 mdpl. Merupakan bunga endemik Jawa yang bisa ditemukan di gunung Merapi, Merbabu, dan Sumbing (Jawa Tengah). Terdaftar sebagai spesies Vulnerable IUCN Red List.
  • Rhododendron wilhelminae; Tumbuh baik pada ketinggian 1.350 mdpl. Hanya ditemukan di gunung Salak, Jawa Barat. Terdaftar sebagai spesies Critically Endangered IUCN Red List.
  • Rhododendron radians (Sulawesi Tengah)
  • Rhododendron renschianum atau Turuwara; endemik Nusa Tenggara Timur seperti di Taman Nasional Kelimutu.
  • Rhododendron rhodopus (Sulawesi Selatan)
  • Rhododendron seranicum (Sulawesi Tengah)
Bunga Rhododendron javanicumBunga Rhododendron javanicum

Kesemua spesies Rhododendron hidup di daerah bercuaca sejuk utamanya di puncak gunung dengan ketinggian di atas 1000-an meter dpl. Meskipun bunga Rhododendron mampu tumbuh dan beradaptasi di dataran yang lebih rendah dan bercuaca panas namun perkembangan bunganya tidak maksimal. Sehingga warna dan struktur bunganya kalah menarik dengan yang tumbuh di puncak gunung.

Yang pasti bunga Azalea, Saliyah, Kadudampit, Turuwara, atau Rhododendron menjadi perhiasan puncak-pucak gunung yang selalu memukau para pendaki gunung.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Ericales; Famili: Ericaceae; Genus: Rhododendron; Spesies dan nama latin: Lihat artikel.

Posted in Bunga, Bunga Nusantara | Tagged | Leave a comment